Rere's Bad Day ....
Kejadiannya hari Jum'at (27/1/06) yang lalu .... Secara Papa sengaja mengambil cuti untuk mengantar Mas Rere acara kunjungan ke Giant Hypermart di Cilandak Point Square. Pagi-pagi Mama berangkat dengan Tante Lely ke kantor, tapi entah kenapa Mas Rere minta Mama yang mengantar ke Giant ... and so, of course Mama tidak bisa mengabulkan karena baru aja Mama masuk sehari setelah cuti selama 3 (tiga) hari berturut-turut ... Sebetulnya diperjalanan perasaan Mama sudah uncomfortoble dengan kejadian di rumah, tapi Mama tetap berkeras ke Mas Rere bahwa kita sudah membuat perjanjian mengenai acara ke Giant.
Selama di kantor tidak ada hal yang istimewa ... biasa-biasa saja .... Dalam perjalanan pulang, pada saat Mama dan Tante Lely baru sampai di jembatan Kebayoran Lama, Papa telepon ...
Papa : "Mama! Sekarang sudah sampai di mana?"
Mama : "Baru sampai di Kebayoran Lama ... Macet ... Kenapa Pah?"
Papa : "Sekarang juga Mama turun, cari ojek. Papa tunggu di RS Sari Asih ..."
Mama : "Pah! Ada apa ??"
Papa : "Rere jatuh dari sepeda. Lukanya cukup serius ..."
Astaghfirullah ... Mama langsung terduduk lemas ... Aduhh, my little boy ... What happened ..?
Secepat kilat Mama pamit dan segera turun cari ojek. Kurang lebih 15 menit kemudian Mama tiba di RS dan segera masuk ke ruang IGD. Mama melihat Mas Rere sedang terbaring dan kaki kirinya sudah dibalut perban. Sementara Papa sedang mengurus administrasi, Mama bicara dengan Dokter Uki.
Mama : "Bagaimana lukanya Dokter ..?"
Dokter Uki : "Rere jatuh di mana Ibu? Lukanya cukup dalam"
Mama : "Dijahit berapa Dokter?"
Dokter Uki : *tersenyum* (tidak menjawab)
Mama : "Kira-kira kesembuhannya butuh waktu berapa lama?"
Dokter Uki : "Mungkin butuh waktu agak lama karena posisi luka-nya di sekitar persendian"
Mama : "Dokter, saya minta obat untuk penahan sakit ..."
Dokter Uki : "Boleh ..."
Setelah menerima resep dan menebus obat, Papa, Mama, Eyang Kung, Pak Dwi dan Pak Hakim (Satpam) pulang. Setiba di rumah, Mas Rere diangkat ke kamar.
Mama : "Bagaimana Mas ... Sakit ...?"
Mas Rere : *tidak menjawab* ...
Mama : "Ya sudah, Mas Rere istirahat dulu ya ... Cup ... cup ... cup .."
Mas Rere tertidur sampai pagi ...
Duuhh ... hati ini serasa teriris melihat jagoan Mama yang biasanya ceria sekarang terbaring dengan kaki di-perban. Setelah para tamu pulang, barulah Papa bercerita ....
Sore itu Mas Rere seperti biasa bermain sepeda dengan Tyo dan teman-temannya. Papa dan De' Dinda sedang bercengkerama di kamar. Sekitar pukul 17.45 Papa memberitahu Mbak Ram untuk menjemput Rere. Kira-kira 5 menit kemudian Pak Dwi (Satpam) datang ke rumah ...
Pak Dwi : "Pak Ari ... Rere tadi jatuh di lapangan ..."
Papa : "Oh ya Pak ... Mbak-nya lagi nyusul Rere kok Pak ..."
Pak Dwi : "Tapi Pak, Rere harus dibawa ke RS ... "
Papa langsung lari keluar dan melihat luka Mas Rere ... Ya Allah, Astaghfirullah ... Papa langsung shock ... Rere yang sejak jatuh tidak menangis, setelah melihat Papa-nya barulah dia berurai air mata dan berkata "Aduuhh ... kaki aku putus ... ". Tapi, itu pun tidak lama.
Segeralah Rere dibawa ke RS Sari Asih Cileduk yang merupakan RS terdekat dari Puri Beta.
Setiba di bagian IGD RS Mas Rere segera ditangani dan dijahit .... Mau tau berapa jahitan? ...
Ternyata, lebih dari 20 (duapuluh) jahitan .... Subhanallah ... Selama dijahit Mas Rere tidak menangis dan malah menyaksikan kakinya dijahit sambil bercakap-cakap dengan Papa, Perawat dan Dokter Uki ...
Mas Rere lagi makan risoles, coba lihat jahitan di kaki ...
Keesokan harinya, Mas Rere bangun dan sudah bisa tertawa. Mas Rere diangkat ke ruang tengah oleh Papa dan dengan riangnya dia berkata "Horee ... aku jadi raja ...!!"
Pada pagi hari Senin 30 Januari 06, Mama, Papa dan Mas Rere berangkat lagi ke RS Sari Asih untuk kontrol dan ganti perban. Ternyata, secara Mama tuh belum pernah lihat lukanya itu seperti apa ... barulah pada saat itu Mama menyaksikan betapa panjang dan lebar luka Mas Rere ... hampir 3/4 lingkaran lutut!!! ... Astaghfirullah ... Mas Rere ... dengan luka yang sebesar itu tapi Mas Rere tidak pernah mengeluh akan rasa sakit ... Mama sangat terharu ... dibalik tubuh mungilmu tersimpan ketabahan yang luar biasa .... I really love u my son ...
Bahkan dalam kondisi seperti ini, Mas Rere tidak jadi manja dan tetap mandiri dengan berjalan bertumpu pada tangan
Photo ini diambil pada tanggal 31 Januari 06 ... apakah Mas Rere tampak seperti sedang sakit ..? Silakan anda menyimpulkan sendiri .... :-))



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home