Monday, February 13, 2006

Birthday Party at Rere's School

Setelah "birthday party" di rumah, kini tibalah saatnya birthday party di sekolah. Sengaja waktunya mundur mengingat luka di kaki Mas Rere yang belum begitu kering. Secara ultah di sekolah, persiapan harus komplit doongg ... mulai dari undangan, goody bag, makanan, dan of course ... birthday cake ... Waahh ... Mama sudah bikin checklist yang harus dibeli/dipesan sebelum harinya tiba. Alhamdulillah ... Nenek Jovian memberi hadiah ultah berupa birthday cake bertema "Sponge Bob" untuk Mas Rere. So, checklist Mama berkurang satu .. *winksss* ...
Undangan sudah Mama berikan ke Ibu Ima untuk diedarkan sejak tanggal 7 Februari yll. Gift untuk goody bag berupa souvenir jam meja, minuman fruit tea, jelly wong coco, biscuit Ooops (Rere's most favourite cookies), dan edible cup cakes. Untuk edible photo-nya Mama pesan dari Tante Vita, sedangkan kuenya Mama bikin brownies kukus. Lumayan .... untuk 30 orang anak dan harus dipersiapkan dadakan ... Sampai jam 2.30 dini hari booo ....

Jam 10.00 tepat acara dimulai. Pembukaan oleh Ibu Ima dan Ibu Els. Anak-anak duduk dengan rapi di kursi masing-masing. Selanjutnya anak-anak bernyanyi "Kalau kau suka hati panggil Raihan ... ", "Di sini senang di sana senang ...", dan mars Lativi Kids .... secara anak-anak tuh sehari sebelumnya habis kunjungan ke sana (sayang, Mas Rere gak bisa ikut ... :-( ..) , so mereka masih terkesan dan bernyanyi dengan semangat.

Sekarang gantian, Mas Rere yang sebelumnya asyik aja colak-colek kue ultah, didaulat untuk menyanyikan sebuah lagu. Jadilah Mas Rere menyanyikan lagu "Kalau aku besar, ku jadi penerbang, bawa kapal terbang dan melayang-layang ....".

Setelah Mas Rere selesai menyanyi, barulah acara puncak ... Ibu Els memasangkan topi berlogo Trio Komimo berbordir nama Raihan, sedangkan anak-anak bernyanyi "Selamat Ulang Tahun, kami ucapkan ... selamat panjang umur, kita kan do'akan ..." , "Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia, tiup lilinnya ..." ... Yang namanya Mas Rere, dinyanyikan lagu malah tutup kuping ...

1 ... 2 ... 3 ..... Mas Rere meniup lilin sampai padam .... "Selamat Ulang Tahun Raihan .... ". Selanjutnya potong kue bersama Mama ... "Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga ... ".

Acara dilanjutkan dengan persembahan lagu dari teman-teman TK B putra dan putri secara bergantian. Lagu yang dinyanyikan ... lagi-lagi ... Mars Lativi Kids ... :-) ... Akhirnya acara ditutup dengan pembagian goody bag, birthday cake, dan burger Mc Donald. Usailah acara pesta ulang tahun Mas Rere yang ke-6 di TK Si Komo Children Center. Sebelum pulang Mama sempat mejeng dulu bareng Mas Rere ... Gimana ..? Keren bukan ... hehehehe ....

Mama bertanya pada Mas Rere : "Gimana Mas ... senang gak ultah-nya dirayakan ...?", dan Mas Rere menjawab sambil memeluk Mama .."Senang Ma, terima kasih .... ".

Tuesday, February 07, 2006

Happy Birthday Mas Rere ...

Hari ini Mas Rere berulang tahun ... Rencananya akan dirayakan 3 x yaitu di rumah, sekolah, dan pada saat arisan keluarga Kusumodiputro ... Kecil-kecilan aja, tapi Mama harap sih bisa membuat Mas Rere senang ... Semuanya sudah Mama persiapkan termasuk kado untuk Mas Rere. Sejak kurang lebih sebulan sebelum hari "H", Mama sudah mulai "nguping" kira-kira Mas interest ke barang apa dan ternyata tidak jauh dari mobil-mobilan juga sehh ... Akhirnya Mama bisa menangkap bahwa Mas Rere kepingin banget sama replika mobil Honda Jazz, replika mobil yang bisa dibuka kap mesin, dan mobil hotwheels. Setelah hunting ke beberapa tempat, Alhamdulillah ... yang diinginkan diperoleh, kecuali Honda Jazz yang Mama ganti jadi Honda Fit secara Honda Jazz tuh produk Thailand and so, agak susah cari replikanya ...

Semua kado sudah dibungkus dengan rapi, kecuali mobil hotwheels yang Mama tempelkan pada birthday cake. Psst, untuk birthday cake Mama buat lapis surabaya dan hias sendiri loo ... Tema hiasan juga Mama peroleh setelah browsing di internet ... hehehe ... Daaann, inilah hasilnyaaaaa ...... Bagaimana, cantik bukaann ... hehehehe ... Kue-nya sudah Mama persiapkan sejak hari Minggu yll, resep Lapis Surabaya Mama peroleh dari Dapur Bunda. Tetapi menghiasnya baru semalam menunggu anak-anak bobo. Jadilah Mama kerja bakti sampe hampir jam 1.00 dini hari ...


Rere's Birthday Cake

Sekitar pukul 5.00 pagi, Mas Rere bangun dan langsung berkata dengan penuh semangat ... "Hari ini aku kan ulang tahun ... !!". Ternyata di balik bantal sudah ada kado dari De' Dinda dan Papa. Mama menggiring Mas Rere ke ruang tengah dan surrprisseee .... Kue Ulang Tahun sudah menunggu ...

Panjang umurnya ... panjang umurnya ... tiup lilinnya ... potong kuenya ... Berhubung lilinnya gak mati-mati, dibantuin deh sama Papa dan De' Dinda. Potong kue dibantu Mama.

Potongan kue pertama diberikan ke Papa, potongan selanjutnya untuk Mama, Mas Rere, Dinda dan mBak Ram. Hmmm ... yummmyyy .... Selanjutnya kado dibuka oleh Mas Rere. Waahh ... betapa senangnya Mas Rere mendapatkan hadiah dari Papa, Mama, dan Dinda. Mau lihat bagaimana ekspresinya ...?

Setelah semua kado dibuka, dengan polos Mas Rere bertanya "Mama, kadonya bagus ... aku senang. Tapi kok yang datang ulang tahun aku cuma sedikit ...?" .. Waahh ... hehehe ... jelas aja, wong ulang tahun cuma di rumah, yang ada yaaa orang-orang rumah aja ...

Mama dan Papa mengucapkan :

"Selamat Ulang Tahun Mas Rere"

"Semoga menjadi anak yang soleh dan pintar"





Thursday, February 02, 2006

Rere's Bad Day ....

Setelah libur beberapa hari, Mama baru sempat posting lagi hari ini. Fffuuiihhhh .... it's hard day ... i'm so sad ... my little boy had an accident with his bike ....

Kejadiannya hari Jum'at (27/1/06) yang lalu .... Secara Papa sengaja mengambil cuti untuk mengantar Mas Rere acara kunjungan ke Giant Hypermart di Cilandak Point Square. Pagi-pagi Mama berangkat dengan Tante Lely ke kantor, tapi entah kenapa Mas Rere minta Mama yang mengantar ke Giant ... and so, of course Mama tidak bisa mengabulkan karena baru aja Mama masuk sehari setelah cuti selama 3 (tiga) hari berturut-turut ... Sebetulnya diperjalanan perasaan Mama sudah uncomfortoble dengan kejadian di rumah, tapi Mama tetap berkeras ke Mas Rere bahwa kita sudah membuat perjanjian mengenai acara ke Giant.

Selama di kantor tidak ada hal yang istimewa ... biasa-biasa saja .... Dalam perjalanan pulang, pada saat Mama dan Tante Lely baru sampai di jembatan Kebayoran Lama, Papa telepon ...

Papa : "Mama! Sekarang sudah sampai di mana?"
Mama : "Baru sampai di Kebayoran Lama ... Macet ... Kenapa Pah?"
Papa : "Sekarang juga Mama turun, cari ojek. Papa tunggu di RS Sari Asih ..."
Mama : "Pah! Ada apa ??"
Papa : "Rere jatuh dari sepeda. Lukanya cukup serius ..."

Astaghfirullah ... Mama langsung terduduk lemas ... Aduhh, my little boy ... What happened ..?
Secepat kilat Mama pamit dan segera turun cari ojek. Kurang lebih 15 menit kemudian Mama tiba di RS dan segera masuk ke ruang IGD. Mama melihat Mas Rere sedang terbaring dan kaki kirinya sudah dibalut perban. Sementara Papa sedang mengurus administrasi, Mama bicara dengan Dokter Uki.

Mama : "Bagaimana lukanya Dokter ..?"
Dokter Uki : "Rere jatuh di mana Ibu? Lukanya cukup dalam"
Mama : "Dijahit berapa Dokter?"
Dokter Uki : *tersenyum* (tidak menjawab)
Mama : "Kira-kira kesembuhannya butuh waktu berapa lama?"
Dokter Uki : "Mungkin butuh waktu agak lama karena posisi luka-nya di sekitar persendian"
Mama : "Dokter, saya minta obat untuk penahan sakit ..."
Dokter Uki : "Boleh ..."

Setelah menerima resep dan menebus obat, Papa, Mama, Eyang Kung, Pak Dwi dan Pak Hakim (Satpam) pulang. Setiba di rumah, Mas Rere diangkat ke kamar.

Mama : "Bagaimana Mas ... Sakit ...?"
Mas Rere : *tidak menjawab* ...
Mama : "Ya sudah, Mas Rere istirahat dulu ya ... Cup ... cup ... cup .."

Mas Rere tertidur sampai pagi ...

Duuhh ... hati ini serasa teriris melihat jagoan Mama yang biasanya ceria sekarang terbaring dengan kaki di-perban. Setelah para tamu pulang, barulah Papa bercerita ....

Sore itu Mas Rere seperti biasa bermain sepeda dengan Tyo dan teman-temannya. Papa dan De' Dinda sedang bercengkerama di kamar. Sekitar pukul 17.45 Papa memberitahu Mbak Ram untuk menjemput Rere. Kira-kira 5 menit kemudian Pak Dwi (Satpam) datang ke rumah ...

Pak Dwi : "Pak Ari ... Rere tadi jatuh di lapangan ..."
Papa : "Oh ya Pak ... Mbak-nya lagi nyusul Rere kok Pak ..."
Pak Dwi : "Tapi Pak, Rere harus dibawa ke RS ... "

Papa langsung lari keluar dan melihat luka Mas Rere ... Ya Allah, Astaghfirullah ... Papa langsung shock ... Rere yang sejak jatuh tidak menangis, setelah melihat Papa-nya barulah dia berurai air mata dan berkata "Aduuhh ... kaki aku putus ... ". Tapi, itu pun tidak lama.
Segeralah Rere dibawa ke RS Sari Asih Cileduk yang merupakan RS terdekat dari Puri Beta.

Setiba di bagian IGD RS Mas Rere segera ditangani dan dijahit .... Mau tau berapa jahitan? ...
Ternyata, lebih dari 20 (duapuluh) jahitan .... Subhanallah ... Selama dijahit Mas Rere tidak menangis dan malah menyaksikan kakinya dijahit sambil bercakap-cakap dengan Papa, Perawat dan Dokter Uki ...


Mas Rere lagi makan risoles, coba lihat jahitan di kaki ...

Keesokan harinya, Mas Rere bangun dan sudah bisa tertawa. Mas Rere diangkat ke ruang tengah oleh Papa dan dengan riangnya dia berkata "Horee ... aku jadi raja ...!!"

Pada pagi hari Senin 30 Januari 06, Mama, Papa dan Mas Rere berangkat lagi ke RS Sari Asih untuk kontrol dan ganti perban. Ternyata, secara Mama tuh belum pernah lihat lukanya itu seperti apa ... barulah pada saat itu Mama menyaksikan betapa panjang dan lebar luka Mas Rere ... hampir 3/4 lingkaran lutut!!! ... Astaghfirullah ... Mas Rere ... dengan luka yang sebesar itu tapi Mas Rere tidak pernah mengeluh akan rasa sakit ... Mama sangat terharu ... dibalik tubuh mungilmu tersimpan ketabahan yang luar biasa .... I really love u my son ...
Bahkan dalam kondisi seperti ini, Mas Rere tidak jadi manja dan tetap mandiri dengan berjalan bertumpu pada tangan

Photo ini diambil pada tanggal 31 Januari 06 ... apakah Mas Rere tampak seperti sedang sakit ..? Silakan anda menyimpulkan sendiri .... :-))


Tuesday, January 17, 2006

Martabak ...

Mas Rere adalah seorang penggemar dan penikmat martabak. Minimal 1 (satu) kali dalam seminggu pasti ada request untuk penganan yang satu ini. Berhubung haree geennee …. Lama-lama berasa juga … sekarang harga satu porsi martabak bangka istimewa Rp 22.000,- (image placeholder)… Lumayaann … Sementara Mas Rere tuh saking doyan-nya bisa menghabiskan 3-4 potong sekali makan. Can u imagine it …?

Untuk lebih sedikit berhemat, Mama mencoba untuk membuat sendiri. Browsing di internet, bongkar kumpulan resep di tabloid Saji … and … finally, I found delicious recipe from My Fave Link … Berhubung Mama tidak punya cetakan martabak, bahan kue martabak dibakar menggunakan panci Teflon. Ternyata … berhasil .. berhasil … berhasil … horeee …. (ngikutin dora the explorer … )
Mau lihat hasilnya … Here it is …


Untuk isinya Mama buat dalam 2 (dua) versi, keju dan coklat wijen (secara Mas Rere gak doyan pake kacang …).
Komentar Mas Rere : “Enak Ma .. kalo bikin jangan pake keju .. coklat aja ..”
Mama : “Gak papa … Mas … yang keju untuk Papa dan De’ Dinda”

Berminat untuk mencoba …? Ini dia resepnya …

Martabak Manis/Terang Bulan
Bahan Kulit:
250 gr tepung terigu
1 sdt ragi instan (yeast)
150 gr gula pasir
375 cc santan hangat2 butir telur
¼ sdt soda kue/baking powder
Bahan Isi menurut selera:
Kacang tanah, sangrai, kupas, cincang
Wijen, sangrai
Gula pasir
Coklat
Keju Parut
Susu kental manis
Cara Membuat:
  1. Masukkan ragi ke dalam santan hangat, aduk sampai larut dan berbuih, sisihkan.
  2. Campur tepung dan gula, buat lubang ditengahnya, masukkan telur kedalamnya. Uleni sambil dituangkan larutan santan, sampai gula larut, masukkan soda kue, uleni kembali sampau tercampur rata. Biarkan kurang lebih 15-20 menit di tempat yang hangat.

  3. Panaskan wajan martabak dan olesi margarine. Tuang adonan ke dalamnya sampai naik dan permukaannya agak mengering dan bagian luarnya menjadi kecoklatan. Angkat dan letakkan ke atas telenan potong.

  4. Taburkan gula pasir ke permukaan martabak hingga rata. Disusul dengan susu kental manis. Sesuai dengan selera, taburi bahan kesukaan anda dan bahan taburan dapat dikombinasi. Lipat martabak menjadi 2, potong menurut selera.

Tuesday, January 03, 2006

Happy New Year 2006 ... Happy Holiday ....

Tanggal 2 Januari 06 Mama dapat libur 1 (satu) hari dari kantor … wuiihhh … senangnya … bisa seharian bercengkerama dengan buah hati … kebetulan Mas Rere juga masih libur sampai dengan tanggal 9 Januari 05.

Awalnya sih pengin di rumah aja … main bareng, belajar membaca bareng Mas, masak, main lagi …. Tapi sekitar jam 12.00 tengah hari, rasanya kok semua sudah dikerjakan … kira-kira mo ngapain lagi yaa … :-?
Akhirnya Mama bertanya ke Mas Rere …

Mama : “Mas, sekarang kita ngerjain apa lagi yaa …?”
Mas Rere : “Mama, kita ke toko buku yukk … aku pengin beli buku …”
Mama : “ Mas mo beli buku apa ..?”
Mas Rere : “Aku mau cari mainan ..”
Mama : “Kalo cari mainan bukan di toko buku Mas … “
Mas Rere : “Gak papa Ma … aku mo buku yang ada mainannya …”
Mama : “Ya udah … telp Papa dulu … boleh gak …”
Mas Rere : “Tapi De’ Dinda diajak ya Ma … Kasiaann … “

Aduhh … Mas Rere benar-benar sayang De’ Dinda … Dia tahu kalo Mama-nya tuh yang rada-rada gak mo repot kalo bepergian … Maklumlah anak kedua … kalo anak pertama kemana aja diajak, sedangkan anak kedua kemana aja ditinggal di rumah …

Setelah dapat exit permit dari Papa, kami bersiap-siap berangkat … Tujuan kami adalah toko buku Gramedia Mal Puri Indah dengan pertimbangan deket dari rumah.

Sesampai di toko buku, kami langsung menyebar … Mama ke tempat buku resep masakan … Mas Rere dan Adinda di tempat import book corner … Mama cari buku tentang cara menghias kue ulang tahun tapi ternyata gak ada yang cocok ….
Akhirnya Mama berpindah ke tempat Mas Rere dan Adinda sedang ngubek-ngubek buku …

Waah … ternyata Adinda sangat antusias memilih buku sampai-sampai banyak buku yang diturunkan ke lantai … Itu sih bukannya milih De’, tapi bongkar muatan … hehehehe ….

Setelah pilih-pilah .. akhirnya ketemu juga yang di cari … Mas Rere milih buku “Play with Crayon Part 2 and 5” dan buku “Pandai Membaca” karangan Esti Nugraheni.

Mama antri bayar di kasir, kemudian Mas Rere minta main di arena Fun World … Kami naik ke lantai 3 menuju ke arena bermain … Mama beli coin dan mulailah Mas Rere beraksi dengan games balapan mobil-nya … Sedangkan De’ Dinda masih belum tertarik untuk mencoba mainan-mainan yang ada di sana … Wahh … sepertinya De’ Dinda memang harus sering2 di bawa jalan-jalan yaa …
Coin dah habis … yaa … lapar deh jadinya … Kami berjalan menuju Food Court … Mas Rere seperti biasa dengan makanan favorit-nya Kentang Goreng Kentucky Fried Chicken, Dinda dengan nasi tim, mBak Ram (Dinda’s Baby Sitter) dengan Sundae-nya, dan Mama dengan menu diet-nya alias gak jajan … hehehe … inget Mama … timbangan sudah naik 2 kilo lagi …


Akhirnya sekitar jam 17.30 kami beranjak pulang ke rumah …

Mas Rere : “Terima kasih ya Ma … lain waktu kita jalan-jalan lagi ya …”
Mama : “Insya Allah … kalo Mama ada waktu libur dan ada rejeki dari Allah ..”
Mas Rere : “Ya udah … Mama libur aja terus … “

Mama hanya tersenyum … Suatu saat Mas … Suatu saat Mama akan di rumah terus menemani buah hati Mama … Insya Allah …






Thursday, December 22, 2005

Selamat Hari Ibu ...

Hari ini Mama sediiihh sekali ... Sebenarnya Mama ingin menemani Mas Rere ke sekolah sekaligus menghadiri peringatan Hari Ibu ... tapi, berhubung Mama sudah terlalu sering ijin keluar kantor, jadi Mama gak enak hati untuk minta ijin lagi ...

Masih terngiang di telinga Mama suara protes Mas Rere di telepon ... "Kenapa Mama gak jadi ke sekolah! ... Aku mau ditemanin Mama ..." ... Ma'afkan Mama ya sayang ...
Di Hari Ibu ini Mama justru mengecewakan hati Mas Rere ...



Wednesday, December 21, 2005

Rambut .. oh ... rambut ...

Seperti sodara-sodara ketahui ... Mas Rere tuh rambutnya ... wahhh ... nantangin Tukang Balon ... sudah kurang lebih 1,5 bulan terakhir Mama dan Papa membujuk supaya rambutnya dicukur ... GATOT ... alias gagal total ...


Sebelum dicukur

Mama cari akal bagaimana caranya ya ... hmmm ...wah ... minta bantuan Ibu Ima aja yah .. moga-moga berhasil ...


Pada saat ada acara kunjungan ke Fun Place di STC Senayan Lt 7, Mama bertemu Ibu Ima dan minta tolong agar Ibu Ima memberi tahu Mas Rere untuk mencukur rambut. Ibu Ima menyetujui dan berjanji untuk membantu.

Keesokan harinya sepulang kantor Mama mengajak Mas Rere untuk potong rambut ... dan .. tarataaaa .... Ajaib ... Mas Rere tidak menolak ... segera mengambil sepeda dan berangkatlah kami ke Salon Moy's di dekat rumah ...

Begitu pula di Salon ... biasanya Mas Rere tuh yang gak bisa diem ... tapi malam itu .. waaahh ... i'm so surprise ... Mas Rere tuh yang duduk diam, tapi tangannya tetap menggenggam erat tangan Mama ...

Setelah selesai kami pulang ... Mama masih tetap penasaran ... trik apa sih yang dipake oleh Ibu Ima sampe Mas Rere jadi takluk ... :-)

Mama : "Mas .. Ibu Ima tadi bilang apa sama Mas Rere ..?"
Mas Rere : "Emang tadi Ibu Ima telepon Mama ..?"
Mama : "Gak sih ... tapi kok Mas Rere mau cukur rambut ..?"

Mas Rere diam saja dan ngeloyor ke kamar. Waduh ... Mama masih penasaran nih ... Akhirnya Mama telepon ke Mama Diva.

Mama Rere : "Hallo ... Assalamu alaikum ... Mama Diva .."
Mama Diva : "Waalaikum salam ... piye kabare mbak ..?"
Mama Rere : "Baik ... Mama Diva, Diva cerita apa di sekolah ...?"
Mama Diva : "Oh ya .. Diva tadi cerita ... Katanya Bunda, tadi Raihan ditegur sama
Ibu Ima ... Kata Ibu Ima, kalo besok rambut Raihan belum dicukur,
nanti sama Ibu Ima rambutnya mo dijepit dan diikat pake pita seperti
rambut Diva ..."


Sesudah dicukur

Haaa ... ternyata ... Huaahaaahaaahaaa ... rupanya Mas Rere takut rambutnya dijepit ...
Wah ... trik Ibu Ima boleh juga ... Terima kasih Ibu Ima ...

Bisa dibandingkan ... before and after ... Guanteeeng bukaaannn ...?